Karies Gigi dan Pemahaman Keliru di Masyarakat

11.20
Karies gigi dan pemahaman keliru di masyakarat. Ceritanya seorang bapak datang ke praktek dokter gigi berencana untuk periksa gigi dan verbal anaknya. Seperti biasa, setelah sang anak didudukkan, sang dokter pribadi memeriksa kesehatan gigi dan verbal anak. Sang bapak pun ikut bangun dengan besar hati disamping anaknya. Jika biasanya si bapak hanya senyum-senyum saja dikala diberitahukan dokter bahwa gigi anaknya bagus. Namun kali ini si bapak kaget karena dokter berkata: "wah ada karies gigi".

Pada dikala kaget, si bapak pribadi berkata: "Tapi dok, anak saya kan engga punya gigi berlubang? Bukannya karies gigi artinya lubang gigi?"

Pada radiograf ini, titik hitam pada batas gigi memperlihatkan sebuah karies proksimal (Credit to Wikipedia)
Banyak pemahaman yang keliru perihal pengertian karies gigi. Hal ini tentu saja perlu diluruskan. Karies gigi bukan istilah untuk lubang gigi. Karies yaitu istilah untuk penyakit infeksi. Karies dapat terjadi dimana saja, salah satunya di gigi yang dinamakan karies gigi. Namun, karena pada umumnya banyak orang datang dengan kondisi gigi berlubang sebagai ciri penyakit karies maka dokter gigi biasanya memakai istilah "gigi fulan berkaries". Dokter gigi tidak salah. Lubang gigi menerangkan gigi fulan berkaries. Tetapi di benak pasien, karies gigi yaitu gigi berlubang.

Ciri awal penyakit karies gigi dimulai dengan bercak coklat atau putih. Semua gigi yang mempunyai bercak coklat atau putih di permukaan emailnya dapat didiagnosis terkena karies. Sebab, walaupun belum kelihatan secara fisik lubang besar pada gigi, gigi telah faktual terkena karies.

Karies yaitu penyakit, bukan kondisi lubang pada gigi. Oleh karena itulah, rutinlah menjaga kesehatan gigi dengan cara menyikat gigi minimal 2x tiap hari dan rutin memeriksakan kondisi gigi dan verbal ke klinik dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Selain itu, hindari terlalu sering makan yang manis dan lakukan diet sehat yang baik.

Karies gigi yang sudah terlanjur parah akan menawarkan gejala khas yang tidak diinginkan oleh setiap orang yaitu amis mulut. Dengan amis mulut, tentunya akan mengganggu kepercayaan diri anda maupun kenyamanan sahabat atau orang yang ada disekitar anda. Karena ada banyak kuman yang berkembang biak dalam mulut. Pada kasus karies yang terdapat pada gigi berlubang, maka hal ini akan memiliki resiko terkena sakit gigi, infeksi gigi, gusi bengkak, serta amis bau pada mulut. Bakteri-bakteri inilah yang berperan menguraikan sisa makanan yang melekat atau menempel pada lobang gigi dan mengeluarkan aroma amis yang menyengat dan bikin anda sendiri merasa tidak nyaman.

Dari sekian banyak banyak kuman di mulut, beberapa kuman penyebab karies yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli di antaranya. Khusus untuk karies akar, bakterinya yaitu Lactobacillus acidophilus, Actinomyces viscosus, Nocardia spp., dan Streptococcus mutans.

Baca seputar perawatan sakit gigi gusi lainnya:
Penyakit karies dapat dicegah bila kita melaksanakan perawatan rutin dengan baik. Kaprikornus cegahlah karies sedini mungkin sebelum terlambat. Demikian info karies gigi dan pemahaman keliru di masyarakat.
Sumber http://www.sakitgigigusi.com/

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔