Masalah Gigi dan Gusi Ketika Hamil

23.00
MASA kehamilan memanglah kebahagiaan tersendiri buat kaum hawa. Namun, pada waktu mempunyai ‘masalah’ contohnya sakit gigi, bumil tidaklah boleh sembarangan mengobatinya.

Berikutnya, ibarat apakah ‘rambu-rambu’ mengatasi permasalahan seputar gigi dan juga gusi dikala hamil? Manakah yang harus diatasi serta mana yang ditunda dahulu hingga melahirkan? Simaklah tip & triknya berikut dari drg. Fifi Prihasti, SpPerio, ibarat dikutip Tabloid Mom dan Kiddie.

Gusi berdarah

Radang gusi yaitu reaksi gusi yang sebelumnya sehat pada infeksi, bakteri, serta kotoran yang lantas menjadi radang. Dan Gusi berdarah termasuk juga salah satu jawaban dari radang gusi dimana susukan pembuluh darah gusi sangatlah rentan pada iritasi sehingga mudah sekali berdarah. Nah, Gusi berdarah sering banget terjadi kepada bumil dikarenakan dipengaruhi ketidakseimbangan hormon pada masa kehamilan yakni peningkatan hormon estrogen serta progesteron dimana susukan pembuluh darah melebar jadi gusi sangat rentan, hanyalah dengan sentuhan saja mudah berdarah. Bila kondisi gusi masih sehat, begitu selesai  kehamilan, perdarahan gusi ini akan terhenti, tetapi tergantung kondisi kesehatan badan bumil, ada yang tetap gusinya berdarah meskipun sehabis hamil. Ditambah lagi dengan kondisi keasaman verbal bumil (yakni suasana PH di dalam verbal jadi lebih asam) yang sangat memungkinkan terdapat kuman atau kuman berlebih (reaktif) sehingga akan menyebabkan pendarahan pada gusi.

Mengatasi: Bergantung pada tingkat keparahan. Jika memang awalnya tak ada penyakit gusi, maka rajinlah membersihkan gigi dikarenakan dikhawatirkan gigi jikalau kurang bersih dapatlah merembet ke gusi. Menggosok gigi seringkali tidaklah optimal sebab terkadang masih terdapat sisa-sisa makanan terselip di sela gigi yang sangat rentan dan juga sulit dibersihkan.  Membersihkan adegan yang ada di sela gigi sebaiknya gunakanlah benang gigi (dental floss). Pemakaian dental floss sangatlah memiliki kegunaan dalam mencegah munculnya penyakit gusi yakni caranya membuang sisa-sisa makanan serta plak diantara gigi yang tak dapat dicapai sikat gigi.

Apabila bumil memanglah sudah punya kelainan gusi, sebaiknya pergilah pada dokter gigi buat dilihat jikalau benar kotor dibersihkan dulu gusinya, di-scalling guna membersihkan karang gigi serta diberikan obat kumur yang dipakai dalam waktu tak terlalu lama yaitu berkisar dua ahad saja. Pilihlah obat kumur mengandung chlor hexidine karena aman buat bumil. Kemudian bumil haruslah kontrol rutin serta rajin membersihkan gigi. Pada kehamilan trimester 1 maka sebaiknya tindakan awal hanyalah obat kumur saja dikarenakan di trimester awal kehamilan sangatlah rentan sebaiknya janganlah terlalu banyak tindakan/pengobatan sebab dikhawatirkan bumil akan mudah lelah dan juga stres yang dapatlah memicu kontraksi. Dan Scalling sebaiknya tidaklah dilakukan di trimester 1 kehamilan.

Masalah Gusi infeksi


Nah, Penyakit gusi terkadang muncul tanpa disertai dengan gejala. Sehingga tak disadari sebelum hamil, Ibu tersebut sebetulnya telah mengalami gusi bengkak. Bekas makanan yang tertinggal pada gigi lama-kelamaan dapatlah membentuk kerak/plak/karang gigi. Plak sendiri merupakan suatu zat lengket mengandung bakteri. Bila plak  terus terkumpul, maka kuman dapat dengan mudah mengiritasi gusi dan hasilnya menyebabkan pembengkakan. Gusi infeksi telah ada kerusakan di jaringan periodontal dan juga gusinya. Sedangkan radang gusi belumlah ada kerusakan jaringan.

Mengobati: Apabila pada gusi infeksi telah ada nanah biasanya diberikan antibiotik misalnya penicilin, erythromycin, serta penahan rasa sakit contohnya paracetamol ( harus dalam jumlah aman untuk bumil). Dan Nanah tersebut haruslah dihilangkan dikarenakan dapatlah berefek ke janin. Tindakan tersebut sifatnya hanya darurat biar infeksi tidaklah berlanjut serta jangan hingga kambuh kembali. Tapi, bila memungkinkan sebaiknya pemakaian obat-obatan diminimalisir. Dan Obat kumur mampu diberikan tapi pilihlah yang paling aman buat janin dan juga waktu penggunaan maksimal hanya 2 ahad saja. Pasien pun harus diedukasi dengan cara membersihkan gigi dan juga menyikat gigi dengan benar. Termasuk diantaranya membersihkan sela gigi pakai benang gigi dan juga membersihkan pengecap pakai alat khusus pembersih adegan pengecap yang bahannya alembut. Sehabis melahirkan barulah diterapi atau dilakukan perawatan/tindakan khusus.
Sumber http://www.sakitgigigusi.com/

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔